Kolaborasi Pegadaian dan POGI: Pelajari Investasi Emas dan Kesehatan Reproduksi di Spark Goes to Campus 2026

Manado – Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado dipenuhi dengan energi positif pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Ratusan mahasiswa antusias menghadiri acara Spark Goes to Campus 2026, sebuah inisiatif yang mengedepankan pentingnya kolaborasi antara literasi keuangan dan kesehatan reproduksi.

Pentingnya Kolaborasi Antara Keuangan dan Kesehatan

PT Pegadaian berkolaborasi dengan Persatuan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dalam acara ini untuk membagikan “formula rahasia” menuju masa depan yang lebih baik. Dengan menggabungkan pengetahuan finansial yang solid dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi, generasi muda diharapkan dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Inisiatif ini dikenal dengan nama Spark (Sprin X Pegadaian Aksi Reproduksi dan Keuangan), dan bertujuan untuk menciptakan generasi emas Indonesia. Andy Novriza, Deputi Operasional Pegadaian Kanwil V Suluttenggo Malut Papua, menekankan bahwa perlindungan serta pemberdayaan perempuan harus dilakukan secara menyeluruh dan inklusif. Dalam pendekatan baru ini, kesehatan reproduksi tidak lagi berdiri sendiri, melainkan dipadukan dengan edukasi perencanaan keuangan yang bijaksana.

Mewujudkan Komitmen untuk Perempuan

“Kami membawa dua semangat besar: Selamatkan Perempuan Indonesia (Sprin) untuk memberikan perlindungan menyeluruh bagi perempuan di setiap fase kehidupan, dan mendorong perempuan untuk memiliki pemahaman finansial yang kuat,” ungkap Andy di hadapan ratusan mahasiswa yang hadir.

Menurutnya, melek finansial bukan hanya tentang memahami cara menggunakan produk keuangan, tetapi juga memiliki pengetahuan mendalam mengenai risiko, manfaat, dan perencanaan yang cermat. Dalam konteks ini, Tabungan Emas Pegadaian menjadi alternatif investasi yang sangat relevan. Dengan fitur anti-inflasi, likuiditas tinggi, dan keamanan yang terjamin, investasi emas dianggap sebagai langkah yang bijaksana bagi generasi muda untuk mengamankan masa depan mereka.

“Pesan utama yang kami ingin sampaikan adalah: mulailah berinvestasi emas dari sekarang, dan tetap waspada terhadap tawaran investasi ilegal!” tegasnya, menekankan pentingnya kewaspadaan dalam berinvestasi.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Di sisi lain, dr. Dhika Prabu Armandhanu, M.Kes, Wasekjen POGI, juga berbicara mengenai pentingnya gerakan Sprin. Ia menekankan bahwa inisiatif ini lahir dari kepedulian yang mendalam untuk menjaga kesehatan perempuan lintas generasi. Kombinasi antara kesehatan reproduksi yang terjaga dan finansial yang kuat diyakini mampu membentuk generasi yang lebih baik di masa depan.

Pemaparan Materi oleh Para Ahli

Acara ini semakin menarik dengan sesi pemaparan oleh sejumlah pakar di bidangnya:

Acara ini juga dihadiri oleh banyak petinggi dari kampus dan dunia medis, termasuk Dekan Fakultas Kedokteran Unsrat Dr. dr. Billy J. Kepel, M.Med.Sc, Sp.KKLP, perwakilan IDI Sulawesi Utara Dr. Sonny Pasuhuk, M.Kes, Dk, serta Ketua Iluni Obgyn FK Unsrat, Tonny C. Tatambihe, Sp.OG. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.

Kesempatan Emas untuk Perguruan Tinggi

Perlu dicatat, acara Spark Goes to Campus ini hanya menyapa 12 perguruan tinggi terpilih di seluruh Indonesia. Unsrat Manado menjadi salah satu lokasi yang beruntung untuk menyelenggarakan acara revolusioner ini, yang menggabungkan pendidikan finansial dan kesehatan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan inisiatif ini dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas generasi muda di Indonesia.

Dari kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa tidak hanya mendapatkan wawasan tentang kesehatan reproduksi, tetapi juga membekali diri mereka dengan pengetahuan investasi yang tepat, khususnya investasi emas. Memahami pentingnya kedua aspek ini akan membantu mereka dalam merencanakan masa depan yang lebih baik.

Dengan adanya kerjasama antara PT Pegadaian dan POGI, acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki literasi keuangan yang kuat. Ini adalah investasi di masa depan yang tidak boleh diabaikan.

Exit mobile version