Dalam menghadapi tantangan infrastruktur dan kualitas hidup di kawasan Medan Utara, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menunjukkan komitmennya yang tinggi dengan turun langsung ke lapangan. Meskipun kondisi banjir melanda, beliau tetap berupaya mendengarkan aspirasi masyarakat dan memimpin kegiatan gotong royong di Kecamatan Medan Belawan. Langkah ini tidak hanya sekadar rutinitas mingguan, tetapi merupakan bagian dari upaya untuk merespons berbagai permasalahan yang dihadapi oleh warga setempat.
Kondisi yang Membutuhkan Perhatian Serius
Di tengah ancaman pasang rob yang terus melanda Belawan, Rico Waas menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu diperbaiki di kawasan ini. Infrastruktur yang belum memadai, jalanan yang rusak, serta tantangan dalam sektor kesehatan dan pendidikan menjadi isu-isu yang mencolok. Beliau menuturkan, “Kita lihat kondisi Belawan saat ini masih butuh banyak perbaikan. Permasalahan ini akan kita selesaikan secara bertahap melalui program jangka pendek, menengah, dan panjang.”
Mengusulkan Alokasi Anggaran untuk Perbaikan
Dalam usaha menyelesaikan berbagai persoalan yang ada, Rico Waas menegaskan pentingnya alokasi anggaran yang tepat. Beliau mengusulkan agar sebesar 35% dari total anggaran Pemko Medan dialokasikan untuk pembangunan di wilayah Medan Utara. “Kami sudah usulkan ke DPRD agar ada anggaran wajib 35% difokuskan untuk pembangunan Medan bagian utara,” tambahnya dengan tegas.
Menampung Aspirasi Warga
Selama kegiatan tersebut, Rico Waas tidak hanya mendengarkan keluhan masyarakat, tetapi juga berkomitmen untuk memberikan solusi nyata. Beberapa isu yang disampaikan meliputi bantuan sosial (bansos), infrastruktur, ketenagakerjaan, dan penanganan banjir rob. Ia berusaha memastikan bahwa setiap suara warga didengar dan ditindaklanjuti dengan langkah konkret.
Menanggapi Masalah Bansos
Salah satu masalah yang mencolok adalah terkait bantuan sosial. Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas segera menginstruksikan Kepala Dinas Sosial untuk melakukan pendataan ulang terhadap warga, terutama para lansia yang belum terdaftar dalam program PKH Medan Makmur. Ini menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan.
Empati dan Tindakan Nyata
Suasana haru terpantau ketika Rico Waas berlutut di hadapan seorang ibu paruh baya bernama Yeni, yang mengungkapkan kesedihannya karena tidak menerima bantuan. Ibu Yeni, seorang janda yang bekerja sebagai pemulung, mengharapkan perhatian lebih dari pemerintah. Menanggapi hal ini, Wali Kota meminta Dinas Sosial untuk segera memverifikasi data Ibu Yeni agar bantuan dapat segera disalurkan.
Pendidikan dan Infrastruktur
Tidak hanya mendengarkan keluhan, Rico Waas juga memaparkan berbagai rencana yang akan dilaksanakan oleh Pemko Medan di Belawan. Salah satunya adalah penambahan satu unit sekolah menengah pertama (SMP) baru untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut. Selain itu, perbaikan jalan dan pengecoran bagian yang rusak juga ditargetkan akan selesai pada tahun ini.
- Pembenahan infrastruktur jalan
- Penambahan fasilitas pendidikan
- Peningkatan akses ketenagakerjaan bagi warga lokal
- Penanganan banjir rob yang lebih efektif
- Pemberian bantuan sosial yang tepat sasaran
Penutupan Kegiatan Gotong Royong
Rangkaian kegiatan gotong royong dan sapa warga tersebut diakhiri dengan penyerahan bantuan sembako secara simbolis oleh Wali Kota Medan kepada masyarakat Belawan yang membutuhkan. Ini merupakan bagian dari upaya Pemko Medan untuk menanggapi kebutuhan mendesak masyarakat dan menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas hidup warga.
Keterlibatan Anggota DPRD dan Forkopimda
Dalam acara tersebut, juga hadir sejumlah anggota DPRD Kota Medan seperti Bahrumsyah, Saipul Bahri, dan Zulham Efendi. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan yang kuat terhadap upaya yang dilakukan oleh Pemko Medan dalam merespons berbagai tantangan yang dihadapi oleh warga Belawan. Bersama dengan unsur Forkopimda Kota Medan dan Pj Sekda Kota Medan, Erfin Fahrurrazi, mereka berkomitmen untuk bekerja sama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya alokasi 35% anggaran untuk pembangunan Medan Utara, diharapkan berbagai masalah yang ada dapat segera teratasi. Komitmen ini menjadi sinyal positif bagi masyarakat bahwa pemerintah hadir dan siap berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup serta infrastruktur di kawasan tersebut.
Langkah-langkah yang diambil oleh Rico Waas dan timnya menunjukkan bahwa perhatian terhadap kebutuhan masyarakat adalah prioritas utama. Melalui kerja sama yang solid antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat, diharapkan Medan Utara dapat berkembang menjadi kawasan yang lebih baik dan berdaya saing.
