Kapal Thailand Terkena Tembakan Saat Melintasi Selat Hormuz: Laporan Fakta Terbaru

Sebuah kejadian mengejutkan baru-baru ini menimpa sebuah kapal pengangkut kargo asal Thailand. Saat melintasi Selat Hormuz, kapal tersebut mendadak menjadi sasaran serangan dari Garda Revolusi Iran. Hasilnya, tiga awak kapal dilaporkan hilang setelah insiden tersebut.
Situasi Selat Hormuz yang Mencekam
Sebagai latar belakang, kita perlu memahami bahwa situasi di Selat Hormuz belakangan ini cukup mencekam. Iran, yang menguasai wilayah tersebut, telah menutup selat ini setelah serangan dari Amerika Serikat dan Israel. Negara ini menerapkan pembatasan ketat bagi siapa saja yang ingin melintas di jalur tersebut.
Alireza Tangsiri, Komandan angkatan laut Garda Revolusi, dalam sebuah unggahan di media sosial, memastikan bahwa setiap kapal yang ingin melintas harus mendapatkan izin dari Iran. Jika tidak, maka berisiko menjadi sasaran serangan.
Kapal Thailand yang Menjadi Korban
Salah satu kapal yang menjadi korban dari kebijakan ini adalah kapal bernama Mayuree Naree asal Thailand. Kapal ini menjadi sasaran proyektil Iran, bersama dengan kapal Express Rome milik Israel yang mengibarkan bendera Liberia.
Kedua kapal ini ditembak setelah mereka mengabaikan peringatan dari pasukan angkatan laut IRGC. Hal ini diungkapkan oleh Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan yang mereka rilis.
Reaksi dari Thailand
Sebagai reaksi dari insiden ini, otoritas Thailand pun buka suara. Kementerian Transportasi Thailand mengungkapkan bahwa 20 awak kapal berhasil selamat dari serangan ini. Namun, tiga awak kapal lainnya masih belum ditemukan dan dilaporkan hilang.
Dikabarkan, awak kapal ini telah meninggalkan kapal menggunakan sekoci dan berhasil diselamatkan oleh angkatan laut Oman. Akan tetapi, masih ada tiga awak yang belum ditemukan dan diduga masih berada di kapal saat kejadian.
Dampak dari Serangan Iran
Imbas dari serangan yang dilakukan oleh Garda Revolusi Iran ini cukup besar. Ledakan terjadi di bagian belakang kapal dan menyebabkan kebakaran di kompartemen mesin. Di tempat itulah, tiga awak kapal yang belum ditemukan bekerja.
Situasi ini tentu saja membuat kepanikan dan keresahan, baik bagi awak kapal maupun pihak-pihak yang terkait. Selain itu, insiden ini juga menambah ketegangan situasi di Selat Hormuz yang sudah cukup mencekam.
- Selat Hormuz ditutup oleh Iran setelah diserang oleh Amerika Serikat dan Israel.
- Kapal pengangkut kargo asal Thailand, Mayuree Naree, menjadi sasaran serangan Garda Revolusi Iran.
- 20 awak kapal berhasil selamat, tiga lainnya masih hilang.
- Ledakan terjadi di bagian belakang kapal dan menyebabkan kebakaran di kompartemen mesin.
- Insiden ini menambah ketegangan di Selat Hormuz.