Pemkab Jombang Wujudkan 128 Rumah Layak Huni dan Beasiswa untuk Mahasiswa Prasejahtera

Dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Jombang terus berkomitmen untuk menghadirkan program-program yang berdampak langsung, terutama bagi warga yang kurang mampu. Salah satu inisiatif utama yang dilaksanakan adalah pembangunan 128 unit rumah layak huni dan penyediaan beasiswa bagi mahasiswa prasejahtera. Melalui langkah ini, Pemkab Jombang tidak hanya memberikan tempat tinggal yang layak tetapi juga menciptakan peluang pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda. Dalam konferensi pers yang diadakan pada Rabu, 25 Maret 2026, Bupati Warsubi memaparkan berbagai capaian dan langkah strategis yang diambil oleh pemerintah daerah.
Komitmen Terhadap Pembangunan Infrastruktur
Bupati Warsubi menekankan bahwa pemaparan capaian ini merupakan bentuk evaluasi kinerja dan refleksi atas pelaksanaan pembangunan yang telah dilakukan selama tahun 2025. Salah satu pencapaian yang paling signifikan adalah realisasi pembangunan 128 unit rumah layak huni untuk warga prasejahtera. Program ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga merupakan wujud nyata dari komitmen Pemkab Jombang dalam menanggapi rekomendasi DPRD.
Fokus pembangunan infrastruktur juga diarahkan pada perbaikan jalan di daerah yang rawan banjir serta jalur yang dilalui kendaraan berat. Beberapa ruas jalan yang menjadi perhatian adalah Blimbing–Gudo dan Kabuh–Slaji. Selain itu, pemerintah daerah juga berhasil menjalankan program Mandor Jalan yang mencakup pemeliharaan jalan sepanjang 56,889 kilometer, untuk memastikan mobilitas warga berjalan dengan baik dan lancar.
Peningkatan Indeks Pembangunan Infrastruktur
Dengan langkah-langkah tersebut, Pemkab Jombang berhasil meningkatkan Indeks Pembangunan Infrastruktur (IPI) menjadi 0,7197 pada tahun 2025, melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan dalam pembangunan infrastruktur memberikan dampak positif bagi masyarakat, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Pendidikan dan Kesetaraan Sosial
Pemkab Jombang tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga mengedepankan pendidikan yang merata. Revitalisasi fasilitas sekolah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di daerah terpencil. Selain itu, bantuan kendaraan untuk para guru di wilayah seperti Plandaan, Kabuh, Wonosalam, dan Ngusikan telah diberikan untuk memudahkan akses mereka dalam mengajar.
Selain itu, Pemkab juga memberikan dukungan akademik kepada 30 mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu melalui penyaluran beasiswa. Ini merupakan langkah konkret untuk memastikan bahwa pendidikan dapat diakses oleh semua kalangan, tanpa terkecuali.
Ketimpangan Ekonomi yang Terkendali
Salah satu indikator keberhasilan dalam pemerataan ekonomi di Jombang adalah Indeks Gini Ratio yang mencapai 0,302, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata Provinsi Jawa Timur. Hal ini menandakan bahwa ketimpangan ekonomi di daerah ini dapat terjaga dengan baik, menciptakan keadilan sosial bagi masyarakat.
Prestasi Sektor Pertanian
Bupati juga menjelaskan capaian strategis di sektor pertanian, di mana Kabupaten Jombang berhasil mewujudkan swasembada beras. Dengan posisi Jombang sebagai peringkat ke-8 dalam produksi Gabah Kering Giling (GKG) terbesar di Jawa Timur, prestasi ini menunjukkan potensi pertanian daerah yang sangat baik.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung sektor pertanian melalui berbagai program yang menguntungkan petani, sehingga mereka dapat meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan mereka. Dengan demikian, sektor pertanian menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi Kabupaten Jombang.
Peningkatan Indeks Kesalehan Sosial
Aspek sosial juga menjadi perhatian utama, dengan meningkatnya nilai-nilai positif dalam masyarakat. Indeks Kesalehan Sosial (IKS) di Jombang mencapai 88,61, mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang kuat di antara warga. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin peduli dan terlibat dalam upaya pembangunan daerah.
- Peningkatan pelayanan kesehatan dasar melalui program cek kesehatan gratis di puskesmas.
- Pelaksanaan operasi pasar di 47 titik untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok.
- Pemberian bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan.
- Program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan peluang kerja.
- Pemberian dukungan kepada organisasi kemasyarakatan yang berfokus pada kegiatan sosial.
Fokus Pembangunan Jangka Panjang
Seluruh capaian ini merupakan bagian dari realisasi tahun pertama Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Dalam rencana ini, fokus pembangunannya dibagi menjadi empat pilar utama: peningkatan kualitas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, pengembangan infrastruktur yang ramah lingkungan, serta efisiensi dalam tata kelola pemerintahan.
Bupati Warsubi menegaskan bahwa penyampaian laporan ini juga merupakan bentuk pertanggungjawaban kepala daerah sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Laporan pertanggungjawaban ini disampaikan setiap tahun untuk mendapatkan rekomendasi perbaikan dari DPRD, sehingga setiap langkah yang diambil dapat lebih terarah dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan, Pemkab Jombang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas hidup warganya melalui berbagai program yang inovatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan adanya rumah layak huni dan pendidikan yang lebih baik, diharapkan Jombang dapat menjadi daerah yang lebih sejahtera di masa depan.




