
Dalam dunia akademik yang semakin terhubung, penghargaan juga menjadi cerminan penting dalam kerjasama internasional. Pada tanggal 1 April 2026, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Baktiar Najamudin, menerima gelar Doktor Honoris Causa (Dr. HC) di bidang International Regional Studies dari Korea Maritime and Ocean University (KMOU) yang terletak di Busan, Korea Selatan. Penganugerahan ini bukan hanya sekedar penghargaan, melainkan simbol hubungan yang semakin erat antara Indonesia dan Korea Selatan dalam bidang kemaritiman.
Prosesi Penganugerahan yang Khidmat
Acara penganugerahan gelar kehormatan tersebut berlangsung dengan penuh khidmat di Kim Kang-hee Hall, KMOU Library, yang terletak di distrik Yeongdo-gu, Busan. Dipimpin oleh Presiden KMOU, Prof. Dr. Ryoo Dong-Keun, prosesi ini dihadiri oleh sejumlah tokoh akademik dari institusi pendidikan maritim terkemuka di Korea Selatan. Tidak hanya itu, promotor Dr. HC, yaitu Prof. Dr. Kim Soo-il dari Busan University of Foreign Studies, juga turut hadir untuk mendukung penganugerahaan ini.
Sejarah Penganugerahan Gelar yang Sama
Pemberian gelar Doktor Honoris Causa kepada Sultan B Najamudin menandai momen penting dalam sejarah akademik Indonesia, karena ia adalah tokoh kedua dari Indonesia yang mendapatkan penghargaan ini. Sebelumnya, gelar yang sama juga pernah diberikan kepada Megawati Soekarnoputri, mantan Presiden RI ke-5, pada 19 Oktober 2015, di mana ia menerima gelar Honorary Doctorate in International Regional Studies.
Agenda Besar Kerja Sama Maritim
Presiden KMOU, Prof. Dr. Ryoo Dong-Keun, menjelaskan bahwa ada dua agenda utama yang melatarbelakangi undangan kepada Sultan B Najamudin. Pertama adalah pengukuhan gelar Dr. HC di KMOU. Kedua, peluncuran Forum Kerja Sama Maritim Korea-Indonesia, yang dilakukan bersama Korea Offshore Plant Service Industry Association di Hanjin Hall (ETRS Center), Busan. Ini menunjukkan komitmen KMOU dalam memperkuat kolaborasi antara kedua negara dalam bidang kemaritiman.
Pentingnya Kerja Sama Internasional
Rektor KMOU, Prof. Ryoo, menekankan bahwa kerja sama dengan Indonesia merupakan bagian penting dari strategi internasionalisasi institusi tersebut. “Kerja sama ini adalah pilar utama dalam memimpin era maritim global. Kami bertekad untuk menciptakan model kolaborasi yang nyata, yang akan membawa manfaat berkelanjutan bagi kedua negara,” jelasnya.
Alasan Penganugerahan Gelar
Prof. Kim Soo-il, yang menjelaskan alasan di balik penganugerahan gelar kepada Sultan B Najamudin, menyatakan bahwa pihaknya telah mengamati dedikasi dan komitmen Ketua DPD RI selama ini. “Kami mengikuti perjalanan Sultan dalam mendorong kerja sama internasional yang berbasis pada sektor kemaritiman, serta advokasi untuk pembangunan daerah kepulauan dan masyarakat pesisir,” ungkapnya. Ini mencerminkan pengakuan atas peran penting Sultan dalam memajukan sektor tersebut.
Orasi Ilmiah yang Menginspirasi
Dalam acara tersebut, Sultan B Najamudin mengenakan toga berwarna biru tua dan selendang biru dengan aksen keemasan, ciri khas KMOU. Dalam orasi ilmiahnya, ia menyampaikan pandangannya tentang pentingnya laut sebagai penghubung peradaban. Dengan bahasa yang filosofis, Sultan menekankan bahwa laut bukan hanya sekadar ruang geografis, tetapi juga merupakan jembatan yang menghubungkan berbagai bangsa melalui kolaborasi dan inovasi.
Pentingnya Keberlanjutan
“Laut adalah pemersatu peradaban,” ujar Sultan. “Ia bukan hanya sekadar area yang harus dikelola, tetapi juga merupakan fondasi bagi kerja sama global yang berkelanjutan.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa fokus pada keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial harus menjadi prioritas dalam setiap kerja sama internasional.
Arah Pembangunan Global
Pernyataan Sultan selaras dengan arah pembangunan global yang tengah berlangsung, yang berupaya menuju ekonomi hijau dan biru. Ia menegaskan bahwa kerja sama internasional tidak seharusnya hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga harus mencakup upaya untuk menjaga lingkungan dan menciptakan keadilan sosial.
Penghargaan sebagai Tanggung Jawab Moral
Sultan B Najamudin menyampaikan rasa terima kasihnya kepada KMOU atas penganugerahan gelar kehormatan ini. “Saya berterima kasih kepada KMOU, sebuah lembaga pendidikan yang telah berkontribusi signifikan dalam pengembangan riset sumber daya ekonomi laut, baik untuk Korea maupun dunia,” katanya.
Pentingnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kemaritiman
“Bagi Indonesia, penganugerahan ini sangat strategis, mengingat negara kita adalah negara kepulauan yang akan selalu membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kemaritiman,” lanjutnya. Dengan pernyataan ini, Sultan menekankan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang ini sangat penting untuk kemajuan Indonesia di masa depan.
Perjuangan Memperkuat Peran Daerah
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin kini tengah aktif memperjuangkan penguatan peran daerah dalam kerangka pembangunan nasional. Dalam agenda legislasi, ia berusaha mendorong disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan. RUU ini dirancang sebagai kebijakan yang berpihak pada wilayah kepulauan, masyarakat pesisir, dan optimalisasi potensi kelautan Indonesia sebagai pilar utama ekonomi nasional.
Tanggung Jawab Moral dan Strategis
Sultan menyatakan bahwa gelar Doctor Honoris Causa ini membawa tanggung jawab moral yang cukup besar. “Ini adalah momentum untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan. Kami harus mempertajam kerja sama ekonomi agar menjadi lebih konkret dan berdampak pada kemajuan daerah,” tuturnya. Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan dalam setiap langkah yang diambil.
Kerja Sama yang Berkelanjutan
Dalam kesempatan tersebut, Sultan B Najamudin menegaskan bahwa kerja sama yang dijalin harus berkelanjutan. Ia berharap agar kolaborasi ini tidak hanya menghasilkan manfaat jangka pendek, tetapi juga memberikan dampak positif bagi generasi mendatang. Dengan semangat tersebut, ia optimis bahwa hubungan antara Indonesia dan Korea Selatan akan semakin erat dan produktif di masa depan.
Dengan gelar Doktor Honoris Causa yang diterimanya, Sultan B Najamudin bukan hanya mendapatkan pengakuan atas kerja kerasnya, tetapi juga menjadi simbol harapan bagi kemajuan kerja sama internasional, khususnya dalam bidang kemaritiman. Melalui penganugerahan ini, diharapkan akan muncul lebih banyak kolaborasi yang dapat membawa manfaat bagi masyarakat di kedua negara.




