Pemasangan Panggung Utama MTQ ke-35 Aceh Besar Dipercepat H-3 Menjelang Acara

Kota Jantho – Dinas Syariat Islam (DSI) Kabupaten Aceh Besar sedang berupaya keras untuk mempercepat persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-35 tingkat Kabupaten Aceh Besar yang dijadwalkan pada 24 Oktober 2026. Dengan hanya tersisa tiga hari menjelang acara, proses pemasangan panggung utama di Lapangan Bola Gampong Seupeu, Kecamatan Kuta Baro, terus dipercepat meskipun hujan yang mengguyur daerah tersebut dalam dua hari terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi tim persiapan.
Proses Pemasangan Panggung Utama MTQ Aceh Besar
Pantauan terbaru di lokasi pada Rabu, 21 Oktober 2026, menunjukkan bahwa struktur konstruksi panggung utama beserta atapnya sudah mulai terlihat. Tim masih bekerja keras untuk menyelesaikan konstruksi dan menata area kegiatan agar siap digunakan saat pelaksanaan MTQ nanti.
Kepala Dinas Syariat Islam Menekankan Pentingnya Kecepatan
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Besar, Rusdi, SSos., M.Si., menegaskan bahwa percepatan pekerjaan sangat diperlukan mengingat tenggat waktu pelaksanaan semakin dekat. Berbagai aspek teknis menjadi perhatian utama agar seluruh fasilitas dapat disiapkan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
“Dengan waktu yang semakin mendekat, kami terus mempercepat pemasangan panggung utama dan penataan lokasi. Kami menyadari bahwa waktu untuk persiapan semakin singkat, jadi semua pekerjaan harus dimaksimalkan untuk memenuhi semua kebutuhan sebelum pembukaan,” ungkap Rusdi.
Tantangan Cuaca dalam Proses Persiapan
Rusdi juga menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang hujan selama dua hari terakhir menjadi perhatian penting dalam proses persiapan di lapangan. Meskipun demikian, semua upaya dilakukan untuk memastikan bahwa semua kebutuhan dapat dipenuhi tanpa mengganggu kesiapan pelaksanaan MTQ.
“Cuaca tentu menjadi faktor yang harus diperhatikan dalam pengerjaan. Oleh karena itu, kami terus memantau perkembangan di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar proses kerja dapat berlangsung seoptimal mungkin,” jelasnya.
Pentingnya Panggung Utama dalam MTQ
Menurut Rusdi, panggung utama adalah fasilitas yang sangat krusial, karena menjadi pusat dari berbagai rangkaian kegiatan MTQ. Oleh karena itu, penyelesaian konstruksi, penataan lokasi, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung menjadi fokus utama menjelang hari pembukaan.
- Panggung utama sebagai pusat kegiatan
- Penyelesaian konstruksi yang tepat waktu
- Penataan lokasi yang rapi dan siap pakai
- Kesiapan sarana pendukung yang optimal
- Koordinasi yang baik antara semua pihak
“Kami berharap semua pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu. Koordinasi dan kerja sama dari semua pihak sangat dibutuhkan agar pelaksanaan MTQ ke-35 ini dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan sukses,” tambahnya.
MTQ Sebagai Momentum Syiar Islam
Rusdi menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi untuk menemukan qari dan qariah terbaik, tetapi juga sebagai momen untuk memperkuat syiar Islam dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
“Melalui MTQ, kami ingin mendorong generasi muda untuk semakin mencintai, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mensukseskan kegiatan ini,” jelasnya dengan penuh semangat.
Harapan untuk Pelaksanaan MTQ yang Sukses
Dengan persiapan yang terus dipacu meskipun dalam kondisi cuaca yang belum sepenuhnya mendukung, Dinas Syariat Islam Aceh Besar berharap bahwa semua kebutuhan pelaksanaan dapat rampung sesuai jadwal. MTQ ke-35 yang diselenggarakan di Gampong Seupeu, Kecamatan Kuta Baro, diharapkan dapat berlangsung sukses, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah dan pembinaan generasi Qurani di Kabupaten Aceh Besar.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan semua elemen masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam menyukseskan acara akbar ini. Keterlibatan masyarakat sangat penting untuk menciptakan suasana yang kondusif dan meriah selama pelaksanaan MTQ ke-35.
Melalui berbagai kegiatan yang akan digelar, diharapkan tidak hanya akan lahir bibit-bibit unggul dalam bidang tilawah Al-Qur’an, tetapi juga akan menumbuhkan rasa kebersamaan dan persatuan di antara masyarakat Aceh Besar. Mari bersama-sama menyukseskan MTQ ini dan menjadikannya sebagai ajang untuk meningkatkan kecintaan kita terhadap Al-Qur’an.



