Polsek Balai Ambil Tindakan Bersihkan Sampah di Drainase Sungai Lakam Timur

Masalah tumpukan sampah di drainase Sungai Lakam Timur, tepatnya di RT 004/RW 003, Kelurahan Sungai Lakam Timur, Kecamatan Karimun, kini mendapatkan perhatian yang serius. Keberadaan sampah yang menumpuk ini bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Upaya Pembersihan Sampah oleh Polsek Balai
Pada Kamis, 13 Agustus 2026, Polsek Balai bersama dengan Pemerintah Kelurahan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan tindakan nyata dengan menggelar aksi pembersihan. Kegiatan ini berlangsung di area belakang ORARI, dan melibatkan alat berat serta armada DLH untuk mengangkut sampah yang menumpuk.
Dari aksi bersih-bersih ini, dua truk sampah berhasil diangkut, yang menunjukkan betapa seriusnya masalah ini. Pembersihan ini adalah langkah awal untuk mengatasi permasalahan yang telah berulang kali terjadi di lokasi tersebut.
Pernyataan Kapolsek Balai
Kapolres Karimun, yang diwakili oleh Kapolsek Balai, AKP Bakri, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar untuk membersihkan lingkungan, namun juga sebagai upaya preventif demi menjaga kesehatan masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga fungsi drainase agar tetap optimal.
“Kami menyadari bahwa tumpukan sampah yang cukup banyak ini telah menjadi masalah yang mengganggu kesehatan masyarakat. Maka dari itu, kami bersama Lurah Sungai Lakam Timur mengambil inisiatif untuk melakukan pembersihan agar aliran drainase dapat berfungsi kembali dan lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat,” ujar Bakri.
Pentingnya Pembersihan Drainase
AKP Bakri juga menegaskan bahwa keberadaan sampah dalam drainase bisa menyebabkan genangan air, yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab penyakit seperti DBD dan malaria. Pembersihan ini juga merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Permasalahan Berulang di Sungai Lakam Timur
Namun, masalah di Sungai Lakam Timur tidak hanya berhenti pada penumpukan sampah. Lurah Sungai Lakam Timur, Syafrizal, menyatakan bahwa penumpukan sampah ini merupakan fenomena yang berulang meskipun pihak kelurahan telah melakukan pembersihan pada tahun 2022 dan 2023.
“Setiap kali kami melakukan pembersihan, sampah kembali menumpuk dengan cepat. Ini karena aliran besar yang membawa banyak sampah dari hulu. Jika tidak ada pendalaman dan pembenahan alur drainase, maka masalah ini akan berulang terus-menerus,” jelasnya.
Aspirasi dari Kelurahan
Syafrizal juga menambahkan bahwa pihak kelurahan telah melaporkan masalah ini kepada DLH Karimun sejak tahun lalu, lengkap dengan dokumentasi foto dan informasi mengenai lokasi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Kondisi ini menegaskan bahwa solusi untuk masalah drainase tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengangkut sampah. Ada kebutuhan mendasar untuk memperbaiki sistem aliran, melakukan pendalaman saluran, melakukan pengawasan, dan mengedukasi masyarakat tentang perilaku menjaga kebersihan.
Langkah Selanjutnya dari Polsek Balai
Polsek Balai juga mempersiapkan langkah-langkah lanjutan, seperti pengecatan jembatan yang berada di atas drainase dan pemasangan pagar besi di kedua sisi jembatan tersebut. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan estetika sekaligus fungsi drainase.
Ajakan untuk Masyarakat
AKP Bakri kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan drainase sebagai tempat pembuangan sampah. “Drainase dirancang untuk mengalirkan air, bukan untuk membuang sampah. Kami mengajak semua pihak untuk menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempat yang telah ditentukan,” tegasnya.
Pentingnya Kesadaran Lingkungan
Pembersihan yang dilakukan ini bukan sekadar tindakan fisik, tetapi juga mengandung pesan penting. Menjaga lingkungan adalah bagian dari upaya pencegahan penyakit, mengurangi risiko genangan air, dan memastikan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan permasalahan yang sama tidak lagi menjadi rutinitas tahunan. Kesadaran dan tindakan bersama sangat diperlukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di Sungai Lakam Timur.
Kesimpulan
Melalui upaya ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan tidak menambah beban pada drainase. Kerjasama antara berbagai pihak sangat krusial untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi semua.




