Kemenekraf Ajak 50 Pelajar Samosir Tingkatkan Kreativitas dalam Pengembangan Gim Lokal

Pendidikan dan pengembangan kreativitas di kalangan generasi muda sangat penting, terutama dalam era digital saat ini. Dalam upaya untuk mendorong inovasi dan kreativitas di bidang pengembangan gim lokal, Kementerian Ekonomi Kreatif melalui Direktorat Gim mengadakan sebuah workshop yang melibatkan 50 pelajar dari SMK Negeri 1 Nainggolan dan SMK Negeri 1 Simanindo. Kegiatan ini diselenggarakan di Creative Hub Samosir yang terletak di Pantai Indah, Situngkir, Kecamatan Pangururan, pada tanggal 22 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk tidak hanya memperkenalkan permainan papan, tetapi juga untuk merangsang minat pelajar Samosir dalam menciptakan gim mereka sendiri.
Mendorong Kreativitas Melalui Pengembangan Gim Lokal
Workshop ini merupakan bagian dari inisiatif untuk membangun ekosistem industri gim papan di Indonesia. Dengan mendukung penguatan komunitas di daerah, Kementerian Ekonomi Kreatif berharap dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi para kreator dan pemain gim. Iman Argiono, Kepala Subdirektorat Pemasaran dan Komersialisasi Gim, menjelaskan bahwa komunitas adalah elemen kunci dalam pertumbuhan industri ini. Dari komunitas, akan muncul pemain, kreator, dan pasar untuk produk-produk lokal yang inovatif.
“Komunitas adalah titik awal tumbuhnya ekosistem board game. Dari komunitas lahir pemain, kreator, hingga pasar bagi produk gim papan lokal. Melalui kegiatan di Creative Hub Samosir ini, kami ingin mendorong terbentuknya komunitas board game di Samosir yang dapat terus bergerak secara mandiri,” jelas Iman Argiono dengan penuh semangat.
Pelatihan dan Uji Coba Permainan
Dalam workshop ini, peserta tidak hanya mendapatkan teori tentang pengembangan komunitas, tetapi juga kesempatan untuk mencoba berbagai jenis gim papan, baik lokal maupun internasional. Materi yang disampaikan mencakup aspek-aspek penting dalam menciptakan dan mengembangkan gim, sehingga pelajar dapat memahami proses yang terlibat dalam penciptaan gim papan.
- Pengembangan komunitas sebagai fondasi industri gim papan
- Pengenalan berbagai jenis gim papan
- Proses penciptaan gim lokal
- Peluang untuk berpartisipasi dalam program Creator Camp
- Kegiatan pre-test dan post-test untuk evaluasi pemahaman
Workshop yang bertajuk “Membangun Ekosistem Board Game Melalui Komunitas” dipandu oleh Nailys Syifa, seorang pengusaha kreatif dan pencipta mainan edukatif. Setelah sesi teori, peserta berkesempatan untuk berpartisipasi dalam dua sesi playday. Pada sesi pertama, mereka mencoba gim papan lokal seperti Sekata dan Super Food dari Segara Games Indonesia. Pada sesi kedua, mereka mengeksplorasi gim papan impor yang telah mendunia seperti Wanted, Ticket to Ride, Dixit, Splendor, dan Last Letter.
Evaluasi dan Pengembangan Berkelanjutan
Untuk memastikan efektivitas kegiatan ini, diadakan pre-test dan post-test guna mengukur pemahaman peserta sebelum dan sesudah mengikuti program. Hasil dari evaluasi ini akan digunakan sebagai dasar untuk merancang kegiatan serupa di masa depan, di berbagai daerah lainnya, sehingga dapat terus meningkatkan kemampuan pelajar dalam pengembangan gim lokal.
Peran Creative Hub Samosir
Shanty Harianja, yang mewakili Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia menekankan bahwa gim tidak hanya terbatas pada format digital, tetapi juga termasuk gim papan yang dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan. “Kami berharap anak-anak Samosir tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga dapat menjadi kreator gim di masa mendatang,” ujarnya.
Kegiatan ini juga berfungsi untuk mengaktifkan Creative Hub Samosir sebagai ruang kolaborasi dan pengembangan talenta di bidang ekonomi kreatif. Fasilitas ini diharapkan dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk pelatihan, workshop, forum komunitas, pameran, dan demonstrasi produk kreatif yang mendukung pengembangan industri gim papan.
Menjaga Momentum dan Membangun Komunitas Aktif
Dari kegiatan ini, Kementerian Ekonomi Kreatif memiliki harapan besar bahwa komunitas gim papan di Samosir dapat tumbuh secara berkelanjutan dengan dukungan dari pemerintah daerah, pelaku industri, dan masyarakat. Tantangan selanjutnya adalah memastikan bahwa pengenalan gim papan ini dapat berlanjut menjadi komunitas yang aktif, menciptakan ruang berkarya, serta membuka peluang bagi pelajar untuk merancang gim papan yang mencerminkan gagasan dan identitas lokal Samosir.
Melalui inisiatif ini, diharapkan akan ada peningkatan partisipasi generasi muda dalam industri kreatif, khususnya di bidang pengembangan gim lokal. Dengan kreativitas dan inovasi yang terus ditingkatkan, Samosir dapat menjadi salah satu pusat pengembangan gim papan yang berpotensi di Indonesia. Oleh karena itu, penting untuk terus mendukung program-program yang dapat memperkuat ekosistem ini, agar komunitas lokal dapat berkembang dan berkontribusi pada industri yang lebih luas.