Dokter Mata RSUP Kandou Berperan Sebagai Pembicara di Kongres Internasional NUH Singapura

Dalam dunia kedokteran modern, kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antar profesional kesehatan menjadi sangat penting, terutama dalam bidang oftalmologi. Di tengah perkembangan teknologi dan pengetahuan yang terus berubah, kehadiran dokter-dokter berpengalaman dari berbagai negara dalam forum ilmiah internasional menjadi momen yang sangat berarti. Salah satu momen tersebut terjadi ketika dokter spesialis mata dari RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Dr. dr. Ade John Nursalim, MM, MARS, Sp.M, ChM, FICS, diundang sebagai pembicara dalam *National University Hospital International Ophthalmology Scientific Congress (NUH IOSC) 2026* di Singapura pada 22-25 Oktober 2026. Kongres ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga sebagai wadah untuk memperkuat jaringan di kalangan ahli oftalmologi internasional.
Kongres Internasional untuk Perayaan 40 Tahun NUH
Kongres yang diadakan oleh National University Hospital (NUH) Singapura ini merupakan bagian dari perayaan 40 tahun berdirinya Departemen Oftalmologi NUH. Kegiatan ini dirancang untuk mengumpulkan para pakar dari berbagai belahan dunia guna membahas kemajuan terbaru dalam ilmu pengetahuan, teknologi, serta pelayanan kesehatan mata.
Melalui kongres ini, NUH mengundang 171 anggota fakultas ilmiah dan pakar dari lebih dari 31 negara, serta dihadiri oleh 374 delegasi. Ini menjadi salah satu program unggulan NUH dalam merayakan empat dekade kontribusi mereka dalam pengembangan pendidikan, pelayanan, dan penelitian di bidang oftalmologi.
Kehadiran Tamu Kehormatan
Di antara para peserta, Menteri Luar Negeri Singapura, Dr. Vivian Balakrishnan, hadir sebagai tamu kehormatan dan memberikan sambutan pembukaan pada acara tersebut. Menariknya, Dr. Balakrishnan memiliki latar belakang sebagai dokter spesialis mata dan pernah menjabat sebagai Direktur Medis di Singapore National Eye Centre (SNEC).
Dalam sambutannya, ia menggarisbawahi perkembangan selama 40 tahun Departemen Oftalmologi NUH, mencakup inovasi dalam pendidikan, pelatihan dokter mata, dan kemajuan dalam pelayanan serta penelitian. Dr. Balakrishnan juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin, kemajuan teknologi, serta pemanfaatan kecerdasan buatan dalam perkembangan oftalmologi di masa mendatang.
Tema dan Fokus Kongres
Kongres ini mengusung tema *“Shaping Tomorrow’s Vision”*, yang meliputi berbagai topik penting dalam bidang oftalmologi. Beberapa subjek yang dibahas antara lain:
- Bedah retina
- Katarak
- Glaukoma
- Kornea
- Onkologi mata
Diskusi juga mencakup kelainan orbita, oftalmologi pediatrik, serta perkembangan teknologi diagnostik dan bedah mata. Ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai tantangan dan inovasi terkini di bidang kesehatan mata.
Partisipasi Dr. Ade John Nursalim
Dalam kongres ini, Dr. John berpartisipasi dalam dua sesi ilmiah yang diadakan pada 23 dan 24 Oktober 2026. Pada sesi *Perspectives in Endophthalmitis Management* yang berlangsung pada Jumat, ia mempresentasikan materi berjudul **“Clinical Pearls in the Management of Fungal Endophthalmitis”**. Dalam presentasinya, Dr. John membahas berbagai pengalaman klinis yang berkaitan dengan diagnosis dan penanganan endoftalmitis jamur.
Endoftalmitis adalah infeksi serius di dalam bola mata yang dapat mengakibatkan gangguan penglihatan yang berat, bahkan kebutaan. Melalui presentasi ini, Dr. John berbagi pengetahuan mengenai cara menghadapi tantangan dalam membedakan infeksi bakteri dan jamur berdasarkan gambaran klinis yang didapatkan.
Penerapan Metode Diagnostik Terkini
Salah satu pembahasan penting dalam sesi ini adalah penggunaan pemeriksaan mikrobiologi langsung di ruang operasi. Metode ini melibatkan teknik pewarnaan Gram dan kalium hidroksida (KOH) yang bertujuan memberikan informasi awal mengenai kemungkinan penyebab infeksi. Pendekatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara dokter spesialis mata dan tenaga mikrobiologi klinik untuk pengambilan keputusan pengobatan yang lebih cepat dan tepat.
Diskusi ini juga menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman dalam menangani berbagai kasus infeksi mata yang kompleks, terutama ketika diagnosis belum dapat dipastikan hanya dari pemeriksaan klinis.
Teknik Pembedahan Intraokular
Pada hari kedua, Sabtu, 24 Oktober 2026, Dr. John kembali berkontribusi dalam sesi *Approaches to Secondary Intraocular Lens Implantation*. Dalam sesi ini, ia mempresentasikan video bedah berjudul **“Scleral-Fixated IOL Implantation: Surgical Nuances from My Practice”**. Presentasi ini membahas teknik pemasangan lensa intraokular yang difiksasi pada sklera, yang merupakan salah satu pendekatan untuk pasien tertentu ketika penyangga alami lensa tidak memadai.
Diskusi ini mencakup teknik pembedahan serta pertimbangan klinis yang harus diambil, serta pengalaman Dr. John dalam menangani kasus-kasus operasi mata yang rumit. Keterlibatannya dalam kedua sesi ini menunjukkan bahwa pengalaman klinis dari rumah sakit rujukan di Sulawesi Utara dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam diskusi di tingkat internasional.
Kontribusi RSUP Kandou dalam Pengembangan Oftalmologi
Partisipasi Dr. John sebagai pembicara dalam kongres ini merupakan salah satu bentuk kontribusi RSUP Kandou dalam pengembangan ilmu kedokteran mata di tingkat internasional. Ini tidak hanya menjadi platform untuk berbagi pengalaman klinis, tetapi juga membuka peluang untuk pertukaran pengetahuan dengan para ahli dari berbagai pusat pendidikan dan pelayanan kesehatan mata lainnya.
Bagi RSUP Kandou, yang berfungsi sebagai rumah sakit rujukan di Indonesia Timur, keterlibatan dalam forum internasional semacam ini sangat penting dalam upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memperkuat pelayanan subspesialistik, serta mendukung kegiatan pendidikan dan penelitian.
Pengalaman yang diperoleh dari kongres ini diharapkan dapat dijadikan referensi dan pengembangan di lingkungan Departemen Oftalmologi RSUP Kandou, khususnya dalam penanganan penyakit retina, infeksi intraokular, dan pembedahan mata yang kompleks.
Kesempatan untuk Rumah Sakit Daerah
Kehadiran RSUP Kandou dalam kongres internasional yang diselenggarakan untuk memperingati 40 tahun Departemen Oftalmologi NUH mencerminkan semakin terbukanya kesempatan bagi dokter dari rumah sakit daerah di Indonesia untuk terlibat dalam pertukaran ilmu pengetahuan dengan institusi kesehatan terkemuka di kawasan. Melalui kontribusi ilmiah dan pengembangan jejaring internasional, RSUP Kandou berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan mata.
Dengan demikian, masyarakat Sulawesi Utara dan wilayah sekitarnya diharapkan dapat menerima pelayanan kesehatan yang sejalan dengan perkembangan ilmu kedokteran modern. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjawab tantangan di dunia medis dan meningkatkan kualitas hidup pasien.



